PROGRAM
PEMERINTAH SWASTA DAN
IMPLEMENTASI TIK DALAM PLS
PENYUSUN
:
1.
FERRY WAHYU
PRASETYA 1201414027
2.
FEBRIA TRI
HIDAYATI 1201414031
3.
YUNITA LESTARI 1201414033
4.
MUALIM 1201414035
PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
i
|
KATA
PENGANTAR
Assalamu’akaikum wr.wb
Syukur alhamdulillah kami panjatkan
kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA kepada kami, karena
dapat menyeselaikan makalah yang berjudul “program pemerintah dan swasta dalam
implementasi TIK untuk PLS” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Kami mengucapkan terima kasih kepada
bapak Yoga eska pambudi utama,S.Kom sebagai dosen pengampu mata kuliah
Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna. Dengan dasar tersebut maka kami mohon kritik dan
saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak yang berkepentingan untuk
kesempurnaan makalah ini.
Harapan kami semoga makalah ini
dapat bermanfaat dan memberikan informasi kepada pembaca untuk mengembangkan
wawasan serta peningkatan pengetahuan bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum
wr.wb
Semarang,
12 oktober 2014
penyusun
ii
|
1.
LATAR
BELAKANG
Era Globalisasi
menyebabkan munculnya kebutuhan–kebutuhan individu yang beragam, hal ini
berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang berpengaruh kepada
setiap aspek kehidupan. Berbagai aspek kehidupan menyesuaikan kepada
perkembangan teknologi informasi untuk menciptakan berbagai kemudahan agar
individu mampu memenuhi kebutuhannya.
Seperti
tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(SISDIKNAS) pasal 13 ayat (1) pendidikan di Indonesia dilaksanakan melalui tiga
jalur. Ketiga jalur tersebut adalah jalur pendidikan formal, nonformal, dan
informal. Dibandingkan dengan jalur pendidikan formal, penerapan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) pada pendidikan nonformal dapat dianggap minim.
Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas penerapan TIK pada pendidikan
nonformal diharapkan TIK dapat membawa kepada perluasan akses, meningkatkan
kepercayaan diri para peserta didik, membuat proses belajar mengajar menjadi
lebih menarik, serta berbagai efek positif lainnya.
Pada umumnya sasaran pendidikan luar
sekolah adalah masyarakat miskin, putus
sekolah,buta huruf, terletak di pedalaman terpencil yang kesulitan untuk
mengakses sekolah,dan berbagai permasalahan lainnya. Melihat berbagai
karakteristik tersebut mungkin pikiran pertama yang akan muncul adalah sikap
apatis. Bagaimana mungkin TIK yang identik sebagai sebuah teknologi yang mahal
dan rumit dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan yang justru ditujukan untuk
warga masyarakat yang berasal dari kalangan ekonomi lemah dengan tingkat
pendidikan rendah?
1
|
2.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut maka
dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana
konsep teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan luar sekolah ?
2. Bagaimana
peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan?
3. Bagaimana
aplikasi TIK dalam pendidikan luar sekolah ?
3.
TUJUAN
Berdasarkan
rumusan masalah mempunyai tujuan,yaitu sebagai berikut :
1. Mahasiswa
diharapkan dapat mengetahui konsep teknologi informasi dan komunikasi untuk
pendidikan luar sekolah.
2. Mahasiswa
diharapkan dapat mengetahui peran teknologi informasi dan komukasi dalam
pendidikan.
3. Mahasiswa
diharapkan mengetahui aplikasi TIK dalam pendidikan luar sekolah.
2
|
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Konsep teknologi
informasi dan komunikasi dalam pendidikan.
Dalam praktek di
lembaga – lembaga baik formal maupun non formal, TIK meliputi komputer, laptop, network komputer,
printer, scanner, video/DVD player, kamera digital, tape/CD, interaktive
whiteboard/smartboard. Dengan demikian perlu ditegaskan bahwa peran TIK adalah
sebagai sumber enabler atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan
dan pembelajaran. Jadi TIK merupakan sarana untuk mencapai tujuan,bukan tujuan
itu sendiri.
Morsund dalam UNESCO (2003)
mengemukakan cakupan TIK secara rinci yang meliputi sebagai berikut:
· piranti
keras dan piranti lunak komputer serta fasilitas telekomunikasi
· mesin
hitung dari kalkulator sampai super komputer
· perangkat proyektor / LCD
· LAN
(local area network) dan WAN (wide area networks)
· Kamera
digital, games komputer, CD, DVD, telepon selular, satelit telekomunikasi dan
serat optik
· mesin
komputer dan robot
sejatinya TIK
memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan khususnya dibidang pendidikan.
DEPDIKNAS paling tidak menyebutkan ada 7 fungsi TIK dalam pendidikan yaitu :
sebagai sumber belajar, sebagai alat bantu belajar, sebagai fasilitas
pembelajaran, sebagai standar kompetensi, sebagai sistem administrasi, sebagai
pendukung keputusan, dan sebagai infrastuktur.
|
a. Tahap
emerging : yaitu perguruan tinggi/sekolah berada pada tahap awal. Pendidik dan
tenaga kependidikan mulai menyadari, memilih/membeli, atau menerima donasi
untuk pengadaan sarana dan prasarana (supporting work performance)
b. Tahap
applying : yaitu perguruan tinggi/sekolah memiliki pemahaman baru akan
kontribusi TIK. Pendidik dan tenaga kependidikanu menggunakan TIK dalam
manajemen sekolah dan kurikulum (enhancing traditional teaching)
c. Tahap
infusing : yaitu melibatkan kurikulum dengan mengintegrasikan TIK. Perguruan tingi/sekolah
mengembangkan teknologi berbasis komputer dalam lab, kelas, dan administrasi. Pendidikan dan
tenaga pendidik mengeksplor melalui pemahama baru, dimana TIK mengubah
produktivitas profesional (fasilitating learning).
d. Tahap
Transforming : yaitu perguruan tinggi atau sekolah telah memanfaatkan TIK dalam
seluruh organisasi. Pendidikan dan tenaga pendidik menciptakan lingkungan
belajar yang integratif dan kreatif (creating innovative learning environment)
melalui TIK.
Pemanfaatan TIK
dalam pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai mode yang dikenal dengan
Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). PTJJ merupakan
alternatif model dalam proses
pembelajaran yang memberikan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk
belajar “kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja”.
2.
peran
teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan luar sekolah
Beberapa
peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan luar sekolah adalah
sebagai berikut :
A.
TIK yang mampu
meningkatkan harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik.
|
Kurangnya
kepercayaan diri inilah yang merupakan salah satu faktor mental yang membuat
bangsa indonesia meras terbelakang,minder dan kalah dari bangsa bangsa lainnya.
Pendidikan seharusnya dapat membangktkan kepercayaan diri peserta didik adalah
warga masyaraka yang bermartabat dan bukan justrumembunuh kepercayaan diri.
B.
TIK yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat
Saat
ini sedang terjadi euforia penerapan TIK di berbagai bidang. TIK identik dengan
infrastruktur yang mahal dan rumit dengan biaya milyaran rupiah dibangun di
instansi-instansi pemerintah maupun swasta. Sekolah dan perguruan tinggi dimanjakan
dengan suplay sarana dan prasarana TIK. Tidak perlu dengan peralatan yang mahal
berharga milyaran rupiah untuk sebuah lembaga pendidikan yang bahkan belum
memiliki visi hendak digunakan untuk apa peralatan tersebut.
Yang
paling penting adalah membuat peserta didik mengenal dan akrab dengan TIK dan
biarkan mereka mengembangkan keinginan belajar lebih lanjut menjadi kebutuhan
mereka sendiri lewat proses belajar dan penalaran tanpa paksaan apapun. Pembelajaran
yang sederhana dan menyenangkan dengan menggunakan berbagai peralatan TIK
berharga murah justru akan membuat peserta didik tertarik untuk mempelajari
lebih lanjut. Hal lain yang paling penting adalah menunjukkan bahwa TIK dapat
meningkatkan kualitas hidup mereka bahkan memberikan penghasilan lebih.
Dengan
menjadikan TIK sebagai kebutuhan maka keinginan untuk mempelajari lebih lanjut
dan mengembangkan skill dan knowladge mereka akan muncul dengan sendirinya.
Peran Satuan-satuan pendidikan non formal sebagai pemicu dan memberi wawasan
inilah yang justru lebih penting daripada menyediakan sarana dan prasarana
berharga mahal tetapi tidak sesuai dengan kebutuhannya.
|
Pengembangan
perangkat lunak edukasi, bahan belajar multimedia interaktif, VCD/DVD
pembelajaran yang murah namun berkualitas, situs dengan konten pembelajaran
yang diperlukan peserta didik memerlukan peran serta tidak hanya dari para
pelaku TIK namun juga setiap orang yang peduli akan pendidikan.Mengingat
sebagian besar masyarakat kita tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang
memadai penggunaan internet dalam pendidikan akan jauh lebih optimal apabila
didukung oleh banyaknya situs yang menyediakan konten pembelajaran dalam bahasa
Indonesia.
3.
Aplikasi
TIK dalam pendidikan luar sekolah
1.
Pembelajaran
Kejar Paket C berbasis ICT
Merupakan salah
satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini
difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas,
melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan
memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk
daripada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi.
Pembelajaran
Paket C Berbasis Web mewakili peserta didik hanya mendaftar melalui internet
dan tak perlu datang secara langsung ke penyelenggara. Pembelajaran juga
melalui internet dan seluruh modul-modul dapat didownload. Untuk menguji
tingkat kompetensi peserta didik disediakan soal-soal untuk dikerjakan dan secara
langsung dapat diketahui skor setelah usai mengerjakan.
|
Setiap satu
topik materi diadakan ujian secara online dan peserta didik dapat langsung
mengetahui jawabannya. Apabila skornya 60 maka dinyatakan lulus dan berhak
mengikuti pembelajaran berikutnya. Apabila skornya dibawah 60 maka dinyatakan
tidak lulus dan harus mengulang.
2.
Teknologi Radio
Paket
Terkait dengan
masalah infrastruktur penunjang teknologi informasi, terdapat beberapa pilihan
yang dapat dilakukan, tapi salah satu solusi yang tepat melihat situasi serta
kondisi masyarakat yang menjadi sasarannya adalah dengan menggunakan konsep
yang ditelurkan oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yaitu dengan
menggunakan teknologi Radio Paket. Dengan menggunakan teknologi ini kita sudah
dapat membangun suatu jaringan komputer dengan biaya murah serta mudah. Selain
itu teknologi ini dapat digunakan di daerah-daerah yang belum dijangkau oleh
koneksi dial-upnya telkom. Tentu saja pembangunan ini perlu mendapat dukungan
dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.
Perangkat-perangkat
informasi seperti Situs, e-learning serta sistem informasi pendidikan luar
sekolah juga menjadi poin yang penting untuk dikembangkan sebab dari sanalah
semua bahan dan informasi mengenai pendidikan luar sekolah didapatkan.
|
BPPLSP Regional
V Makassar sendiri sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah yang
bertanggung jawab dibidang pendidikan luar sekolah telah berusaha mengembangkan
perangkat-perangkat penunjang untuk penyebaran informasi pendidikan luar
sekolah diantaranya pengembangan website, Pengembangan sistem informasi
pendidikan luar sekolah, e-learning pendidikan luar sekolah. Sedangkan untuk ke
depan BPPLSP Regional V telah merencanakan membuat suatu komunitas berbasis
teknologi informasi di lingkup propinsi hingga pedesaan dalam program Cyber
Village.
3.
Pengembangan
Televisi Pendidikan Indonesia untuk Pendidikan Luar Sekolah
Sejak REPELITA 1
sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mengembangkan siaran radio dan
televisi pendidikan untuk peningkatan mutu sekolah dasar. Untuk keperluan itu
berbagai studi dan langkah persiapan, termasuk pelaksanaan proyek perintisan
telah pula dilakukan, dan sejumlah kebijakan telah pula di gariskan. Bahkan
untuk pertama kali media pendidikan dicantumkan dalam Ketetapan MPR mengenai
Garis Besar Haluan Negara, dimana ditentukan bahwa “media pendidikan serta
fasilitas lainnya perlu terus disempurnakan, ditingkatkan, dan lebih
didayagunakan.” (MPR-RI, 1988:70).
|
contoh kategori
siaran pendidikan luar sekolah :
a) Among
Tani
Sasaran : warga pedesaan
Isi : bimbingan dan penyuluhan
dalam bidang pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, perikanan untuk
meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta pengolahan dan pemasarannya.
Kriteria : instruksional disertai
peragaan, visualisasi dan simulasi.
b)
. Para Pemuda
Sasaran : pemuda dan remaja
Isi : bimibngan untuk meimilih dan
membina karir, di utamakan karir untuk berwiraswasta dan wirausaha
Kriteria : instruksional disertai fragmen,
uraian, peragaan dan ilustrasi.
Produksi dan
pengadaan paket siaran. Yang dimaksud dengan produksi adalah membuat paket
siaran sendiri (di dalam Negeri) berdasarkan naskah yang telah di rancang
sesuai dengan kriteria mata acara. Sedangkan yang dimaksud dengan pengadaan
paket siaran adalah pembelian atau perolehan rekaman yang sudah jadi, dan yang
dinilai sesuai dengan kriteria mata acara dan kriteria penyiaran.
|
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
1.
KESIMPULAN
Sejatinya
TIK memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan khususnya di bidang
pendidikan. Depdiknas paling tidak menyebutkan tujuh fungsi TIK dalam
pendidikan , yaitu sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas
pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan,
dan sebagai infrastruktur.
Beberapa
peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan luar sekolah adalah :
ü TIK
yang mampu meningkatkan harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik
ü TIK
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
ü TIK
sebagai Konten Pembelajaran dan Sumber Daya Manusia yang Memadai
Berbagai Aplikasi TIK
dalam pendidikan luar sekolah :
ü Pembelajaran
Kejar Paket C berbasis ICT
ü Teknologi
Radio Paket
ü Pengembangan
Televisi Pendidikan Indonesia untuk Pendidikan Luar Sekolah.
|
2.
SARAN
Beberapa saran yang dikemukakan untuk
mendukung keberhasilan penyelenggara pendidikan berbasis TIK adala sebagai
berikut :
1. Pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan baik
formal,informal,ataupun non formal menjadi hal yang mutlak mengingat kondisi
permasalahan pendidikan yang sangat kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya
akan berhasil jika dikelola dengan cara sistematis,terencana,dan terintergasi.
2. Penyelenggaraan
aplikasi TIK dalam pendidikan luar sekolah masih perlu membutuhkan dukungan
dari pihak pemerintah dan swasta,serta masyarakat.
|
DAFTAR
PUSTAKA
·
Warsita, Bambang, 2008, Teknologi
Pembelajaran, Landasan dan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta
|
How to make money from gambling, how to make money on
BalasHapusIt's not just how much หารายได้เสริม money you 1xbet korean can win with a casino, it's also 바카라 the amount you can win on slot machines. That's what makes a beginner's money